Di saat kota Gotham mulai ‘bersih’ dari kejahatan, tiba-tiba saja muncul serangkaian perampokan dan pembunuhan yang didalangi seorang penjahat yang berwajah aneh, Joker (Heath Ledger). Bruce yang semula berharap bisa beristirahat dari ‘perannya’ sebagai Batman (Christian Bale) terpaksa harus turun tangan melacak pelaku kejahatan ini.

Dalam melakukan perampokan, Joker terkenal tak ragu-ragu untuk menghabisi nyawa korban bahkan anak buahnya sendiri hanya untuk membuktikan bahwa ia tak main-main. Setelah mengacaukan kota Gotham, Joker memberikan tawaran menggiurkan pada sindikat kejahatan kota Gotham yang mulai ketakutan pada Batman. Dengan imbalan setengah dari asset mereka, Joker akan menghabisi Batman. Joker kemudian memberikan tuntutan agar kota Gotham menyerahkan Batman atau Joker akan membunuh lebih banyak orang lagi sampai Batman menyerahkan diri.

Christian Bale

Dengan bantuan Letnan James Gordon (Gary Oldman), jaksa Harvey Dent (Aaron Eckhart), dan Rachel Dawes (Maggie Gyllenhaal), Batman kemudian berusaha melacak Joker ini. Di saat yang sama warga kota Gotham mulai merasa bahwa keselamatan mereka terancam sampai mereka menyerahkan Batman pada Joker.

Heath Ledger

Saat Bruce akhirnya memutuskan akan mengaku bahwa ialah sebenarnya yang selama ini menjadi Batman, Harvey justru tampil dan mengaku bahwa ia adalah Batman. Polisi pun kemudian menangkap Harvey dengan maksud menyerahkannya pada Joker. Saat Harvey sedang berada dalam mobil yang akan mengantarnya menuju tempat Joker, mobil ini diserang oleh Joker dan anak buahnya. Dalam pertempuran ini, Joker akhirnya berhasil diringkus namun Harvey dan Rachel menghilang.

Michael Caine & Christian Bale

Ternyata anak buah Joker berhasil menangkap Harvey dan Rachel dan berencana membunuh mereka berdua. Batman yang berusaha melacak keberadaan Harvey Rachel datang terlambat. Rachel meninggal sedangkan Harvey menderita luka bakar yang lumayan parah. Sementara di saat yang sama Joker justru berhasil melarikan diri dari tahanan. Namun masalah Batman belumlah berakhir. Harvey yang sebelah wajahnya terbakar justru menyimpan dendam pada Batman, Gordon, dan Joker akhirnya menjadi Two Face, musuh besar Batman. Sementara di dalam Wayne Enterprise sendiri ada seorang yang mengetahui bahwa Bruce Wayne adalah Batman.

Gary Oldman

Film THE DARK KNIGHT ini adalah kelanjutan dari film BATMAN BEGINS yang dirilis tahun 2005 kemarin. Penyutradaraan film ini masih dipercayakan pada Christopher Nolan yang juga menggarap BATMAN BEGINS. Para pemeran lama pun masih tetap dipercaya memegang peran yang sama dalam film ini kecuali Katie Holmes yang dalam film ini digantikan oleh Maggie Gyllenhaal.

Walaupun mengambil tema superhero, namun film ini jauh dari berkesan fantastis dalam artian bahwa film ini masih berpijak pada logika dan hukum alam kecuali mungkin adegan saat Batman membengkokkan laras senapan dengan tangan kosong. Karakter Batman tak pernah digambarkan sebagai tokoh yang memiliki kekuatan super seperti halnya superhero lain. Tokoh ini masih bisa terluka dan yang lebih penting Batman masih punya emosi naluri sebagai manusia biasa.

Aaron Eckhart & Maggie Gyllenhaal

Dalam film ini, pembentukan karakter pun berjalan dengan wajar. Artinya tak ada tokoh jahat yang tampil tanpa latar belakang psikologis yang ‘membenarkan’ tindakannya. Misalnya saja tokoh Two Face yang berubah menjadi tokoh jahat karena dendamnya setelah Rachel, kekasihnya, meninggal dalam sebuah insiden penyanderaan. Titik balik ini pun berjalan mulus tanpa ada kesan bahwa perubahan psikologis yang dialami Harvey jadi dipaksakan.

Yang menarik mungkin adalah akting Heath Ledger yang bisa dibilang memukau. Tak percuma Heath menghabiskan waktu 1 bulan menyendiri untuk ‘mendalami’ karakter tokoh Joker yang sadis. Heath mampu memberikan definisi baru pada musuh besar Batman ini. Heath mampu menuangkan definisi ‘sadis’ dan ‘psikopat’ pada perannya sebagai Joker.

Heath Ledger

Timing dialog yang dibawakan para pemeran lain pun terasa alami dan tak ada kesan bahwa kata-kata itu sudah dikonsepkan sebelumnya. Begitu juga dengan teknik sinematografi dan sudut pengambilan gambar yang menyatu dengan ‘jiwa’ dari film yang penuh koflik batin dan berkesan suram ini. Ini tentunya tak lepas dari campur tangan sang sutradara Christopher Nolan yang juga mengerjakan film-film kelas atas seperti MEMENTO, INSOMNIA atau THE PRESTIGE.

Adegan pertempuran Batman sebagian besar diambil dari jarak dekat sehingga agak sulit diikuti. Bisa jadi ini sebagai antisipasi karena Christian Bale tentunya tak akan mampu bergerak dengan sangat lincah dengan pakaian seperti itu.

Penyelesaian film ini pun terasa masuk akal. Tak ada kesan bahwa Batman adalah ‘segalanya’. Mungkin ini agak sedikit menyimpang dari kisah asli dalam komik. Namun secara keseluruhan THE DARK KNIGHT adalah tontonan yang tak berusaha menggurui atau menganggap bodoh penonton.